5 Tips untuk Menemukan Keotentikan Diri Kamu

“Authenticity is the daily practice of letting go of who we think we are supposed to be and embracing who we are.” — Brene Brown

Sejak kita kecil, identitas kita mulai terbentuk. Sedikit demi sedikit,kekmapuan kita berkembang dan diberikan informasi tentang siapa kita seharusnya atau apa yang harus kita percayai. Namun, semakin dewasa beberapa orang semakin mempertanyakan keharusan ini. Menjadi siapa kah aku seharusnya? Menemukan diri kamu yang otentik adalah perjalanan seumur hidup, tetapi yang sangat penting untuk memulai.

Menjadi otentik adalah tentang kesadaran, kehadiran hidup di saat ini dengan keyakinan dan tetap setia pada diri sendiri. Orang yang otentik membuat orang-orang di sekitar mereka merasa nyaman, seperti seorang teman lama yang sudah kamu anggap seperti rumah. Semua orang ingin menjadi otentik, meskipun mereka tidak tahu apa artinya.

1. Jujur pada Diri Sendiri

“Be yourself, everyone else is already taken.” — Oscar Wilde

Quote diatas mungkin adalah nasihat terbaik yang bisa kamu terima! Klasik? Mungkin. Tapi, ada benarnya juga, loh! Jujur pada diri sendiri berarti menandakan bahwa kamu adalah orang jujur dan dapat dipercaya orang lain. Jujur pada diri sendiri adalah dasar untuk menjalani hidup yang berintegritas. Orang yang otentik adalah individu yang tidak hanya banyak bicara, tapi juga melakukan. Yang artinya mereka membuktikan perkataan mereka, melakukan hal yang bemanfaat, baik bagi diri mereka sendiri maupun orang lain.

2. Berpikir Secara Mendalam, Melihat Keluar

“Authenticity is very important — be true to one’s self.” — Laila Ali

Orang-orang otentik adalah pemikir yang mendalam dan membagikannya ke lingkungannya untuk menambah nilai bagi kehidupan orang lain. Menjadi orang yang introspektif merupakan hal yang penting. Sadari pikiran dan tindakan kamu, yang mungkin memengaruhi kehidupan orang lain.

Untuk bertindak secara otentik, pertama-tama kita harus memikirkan secara mendalam apa yang ingin kita lakukan. Ini membutuhkan kecerdasan emosi yang tajam, yang sebagian terdiri dari sifat kesadaran diri yang kuat. Waspadai pikiran kamu. Berhati-hatilah dengan bagaimana Tindakan kamu memengaruhi orang lain. Bertindak dengan niat dan motif yang baik dan kamu akan dikagumi karena keotentikan kamu.

3. Perlakukan Orang dengan Baik

“Three things in human life are important. The first is to be kind. The second is to be kind. And the third is to be kind.” — Henry James

Bagaimana perasaan kamu ketika seseorang memperlakukan kamu dengan tidak baik? Eits, jangan emosi dulu, Exolove. Kita semua merasa sedih, kesal ketika kita tidak dihargai. Dengan pernah mengalami perasaan ngga enaknya diperlakukan engan tidak baik, harusnya emosi ini membangkitkan hasrat dalam diri kita untuk bertindak dengan kebaikan dan cinta dan tidak membalas tindakan menyakitkan.

Berbaik hatilah kepada orang-orang di sekitar kamu, dan perhatikan bagaimana setiap hal yang kamu lakukan untuk orang lain juga turut mengubah hidup kamu. Melakukan hal baik – sekecil apapun – memang meningkatkan kebahagiaan Mengutip dari ilmuwan Universitas Oxford ini, Dr. Oliver Scott Curry:

“People do indeed derive satisfaction from helping others. This is probably because we genuinely care about others’ welfare, and because random acts of kindness are a good way of making new friends, and kick-starting supportive social relationships.”

4. Hidup untuk Hari Ini dan Jadi Pendengar yang Baik

“What day is it?” It’s today,” squeaked Piglet. My favorite day,” said Pooh.” — A.A. Milne

Tidak ada yang lebih menenangkan daripada seseorang yang hidup di saat ini tanpa khawatir akan hal-hal yang sebenarnya penting-penting banget.

Hidup di saat ini berarti fokus pada apa yang terjadi dalam hidup kamu pada waktu yang tepat pula. Hal menuntut kamu agak mengesampingkan beban dan kekacauan pikiran kamu untuk menjalani yang terbaik saat ini, hari ini. Sederhananya, jangan terlalu menyesali masa lalu, dan jangan terlalu mencemaskan masa depan. Karena masa lalu ngga bisa diubah, Exolove, dan masa depan siapa yang tahu? Justru dengan fully presence di kehidupan kamu saat ini, kamu bisa merencanakan masa depan kamu dengan lebih baik lagi.

Menjadi pendengar yang baik tidak hanya diperlukan saat berbicara dengan orang yang kita cintai atau kolega. Ini juga tentang mendengarkan suara yang sangat penting di dalam kepala kamu. Dengarkan intuisi kamu. Lakukan apa yang diminta hatimu. Itulah yang dilakukan orang otentik.

5. Berpikiran Terbuka

“Open your eyes to the beauty around you, open your mind to the wonders of life, open your heart to those who love you, and always be true to yourself.” — Donna Davis

Berpikiran terbuka dibangun atas dasar kepercayaan dan prinsip. Berpikiran terbuka artinya kamu siap menjadi toleran dan asil terhadap pendapat, ide, atau orang-orang baru. Berpikiran terbuka bukan berarti kamu menjadi pengikut ya, Exolove. Berpikiran terbuka artinya kamu tidak memaksakan prinsip atau pendapat kamu tehadap orang lain, dan melihat pendapat orang lain sebagai perspektif baru.

Hal-hal di atas memang terlihat klasik, tapi iniyang bikin kamu siap jadi otentik! Waspadai cara kamu berpikir, berbicara, dan bertindak, karena apapun yang kamu lakukan akan mengubah diri kamu dan dunia di sekitar kamu. Jadilah berani dan positif!

https://medium.com/personal-growth/the-5-key-ingredients-of-an-authentic-person-259914abf6d5